Senin, 31 Oktober 2011

mellowdramatic dream by Jalu A.

it's been a long time since the last time i wrote my blog.

pernah inget gak, gw pernah nulis sebuah post berisi salah satu mimpi gw yang sangat unik? coba klik disini
disitu mimpi aneh dan agak unik.

dan gw baru aja bermimpi pas tidur siang nanti (ketauan tidurnya pules banget sampe mimpi). ya, pada tahap tidur REM tersebut, saya bermimpi akan suatu cerita yang sebenernya klo dijadiin suatu script film atau drama, itu bakal keren banget tapi ceritanya pasaran.

dan tentu saja, pemeran dalam mimpi adalah gw sendiri, teman" gw dan orang-orang yang sering gw lihat.

pemeran utama gw, maka kita panggil saja J. pemeran wanita utama adalah seorang kawan gw, hihihihi~ eh kok jadi ketawa ala kunti? ya kita panggil saja dia B.
dan teman-teman gw akan gw tulis sesuai nama mereka.

maka kita mulai kisahnya..

pada suatu hari, J yang seorang dokter muda yang bekerja dalam suatu team medical mendapat tugas menjadi crew kesehatan pada syuting sebuah film. ya, J menjadi chief doctor disana dan bertanggung jawab atas kesehatan semua orang. J menerima pekerjaan itu dengan senang hati, tentu saja, mungkin ia dapat berkenalan dengan selebriti-selebriti paling tidak.

di lokasi syuting, tidak ada kecelakaan atau orang yang jatuh sakit, jadi paling tidak sementara tugas J tidak ada. tugas rutinnya hanyalah menyediakan vitamin dan supplemen saja untuk mereka yang disana. suatu ketika, J melihat salah satu aktris wanita, dia adalah B. seorang penyanyi yang dikatakan memiliki masa depan cerah dalam dunia musik dan entertainment. J pun melihat saja dan tak terpikirkan apa-apa.

suatu ketika dalam sebuah take adegan yang sedikit berbahaya, B terluka dan segera dibawa ke bagian kesehatan, J pun berkenalan dengan B sambil mengobati lukanya. dalam keadaan yang sebenarnya tidak romantis itu, J mulai curi-curi pandang ke B. begitu juga sebaliknya. setelah selasai di obati, B berkata terima kasih dan melanjutkan syutingnya.

setelah syuting selesai keseluruhan, J dan B ternyata menjadi teman dekat. paling tidak mereka sering mengobrol untuk mengisi waktu. tanpa mereka sadari, benih-benih cinta tumbuh dalam hati mereka yang terdalam, tanpa berani berkata yang sebenarnya.

J dan B pun mulai sering berdua bersama, bahkan B menceritakan keinginannya untuk berhenti dari dunia hiburan hanya ke J dan bukan ke orang lain, tidak managernya, tidak orang tuanya. B pun mengungkapkan bahwa ia merasa beruntung bisa mengenal J dan menjadi orang penting dalam hidupnya juga sebaliknya.

pada suatu ketika di sebuah pantai di sebuah tempat, pantai yang sepi pengunjung, J dan B menghabiskan sore mereka bersama. duduk menatap matahari terbenam. J dan B tidak berbicara apapun. mereka berdua memendam perasaan mereka, mereka berdua berteriak tanpa suara.

sampai akhirnya J berbicara. J berkata
"aku tidak tahu sampai kapan kita bisa berteman, tapi aku ingin kau tahu, bahwa sudah semenjak lama, aku mengagumi dirimu. sosokmu yang sesungguhnya. bukan sosok selebritis yang kau tampilkan ke banyak orang. aku mengagumi sifatmu yang begitu membuat aku nyaman dan menjadi diriku sendiri. keinginanku hanyalah satu, menjadi orang yang memberi senyum,canda dan tawa untukmu setiap hari. B, aku tidak tahu perasaanmu yang sesungguhnya tapi aku ingin menjadi teman hidupmu, sampai waktu memisahkan kita"

B terdiam, tapi matanya menunjukan rasa haru atas ketulusan, bibirnya tersenyum. dan hanya kalimat kecil yang keluar dari mulutnya tapi membuat hati J merasa bahagia sekali
"aku memiliki perasaan yang sama dengan kamu, memiliki keinginan yang sama dengan kamu. mari kita hadapi hari bersama sebagai teman hidup."

dan mereka menghabiskan waktu sore hari di pantai tersebut duduk bersebelahan, tangan menggemgam satu sama lain, bahu saling menyender dan kepala samping mereka saling bersenderan satu sama lain.

saat berpisah, B berkata.. "selamat tinggal" dan pergi meninggalkan J. J merasa itu bukan sekedar ucapan perpisahan biasa, ia merasa tidak akan bisa bertemu dengan B lagi."

dan esoknya, saat J berusaha menghubungi B, nomornya tidak bisa dihubungi, ia menghampiri rumahnya dan B ternyata sudah pindah. dan di televisi terdapat pemberitaan bahwa B mundur dari dunia entertainment tanpa alasan yang jelas.

J frustasi. ia merasa telah mengecewakan B. ia merasa ditinggalkan. tapi ia tak mengenal kata menyerah. ia mencoba melacak keberadaan B yang entah ada dimana. ia melacak sampai ke luar negeri.

setelah pelacakan yang dilakukan memakan waktu hampir 2 tahun, J berhasil menemukan petunjuk. ia bertemu dengan teman baik B, bernama Oya. J pernah bertemu Oya beberapa kali, dahulu kala. setelah kepergian B, J pernah bertanya pada Oya apakah ia tahu keberadaan B, tapi Oya berkata tidak tahu. tapi J tahu Oya menyembunyikan sesuatu.

"aku kembali setelah hampir 2 tahun lamanya, dan kamu tahu maksud kedatanganku."
"kamu tak pernah menyerah heh?"
"cinta tak akan membuat aku menyerah"
"sadarilah, B meninggalkanmu, ia tak mau bertemu denganmu lagi"
"dan bila memang begitu, paling tidak biarkan aku bertemunya sekali saja untuk terakhir. untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. kau tahu bahwa aku sudah bersumpah setia kepadanya untuk melindunginya dan menjadi teman hidupnya sampai waktu terakhir"

Oya yang memang mengetahui sesuatu tentang keadaan B terdiam. ia sekaan tak tega melihat sosok lelaki di depannya yang mencurahkan hidupnya untuk bertemu dengan sahabatnya itu.

"Oya, aku memohon kepadamu.... paling tidak berikanlah aku petunjuk"
"J.... aku akan menolongmu. tapi paling tidak kau harus bertemu seseorang lebih dahulu"

J mengikuti Oya. ia menaiki mobil mercedes milik Oya dan pergi melewati gelapnya malam yang baru saja datang. oh ya, mereka sedang berada di luar negeri, di suatu negara maju.

J tertidur di mobil. saat ia bangun, posisi mobil sudah parkir di sebuah basement gedung. Oya menyuruh J mengikutinya dan mereka naik lift. saat keluar lift, J ditarik Oya masuk kesebuah ruangan. sekelibat ia melihat bahwa gedung tersebut adalah rumah sakit. atau paling tidak mirip rumah sakit.

"tunggu disini"
"baik"

J pun menunggu. tak lama kemudian masuklah seorang wanita yang mirip dengan B. paling tidak rambut pendeknya.

"perkenalkan, namaku Eunjung"
"aku J."
"aku tahu kamu"
"aku tidak tahu kamu"
"aku adalah kakak kandung B"

J terdiam. ia bingung, kenapa ia malah dipertemukan dengan kakak B. tapi ini menandakan ia semakin dekat dengan B.

"ku dengar selama 2 tahun ini kau mendedikasikan hidupmu untuk mencari B?"
"ya, aku meninggalkan pekerjaanku sebagai dokter dan melacak keberadaannya"
"kenapa, kalau boleh aku tahu?"
"karena aku telah bersumpah setia bahwa aku akan menjadi teman hidupnya sampai waktu terakhir."
"dan bila ia ternyata tidak mau bertemu denganmu lagi?"
"maka paling aku harus bertemu dengannya untuk terakhir kali. untuk menyampaikan salam terakhir yang indah"

Eunjung terdiam. dia seakan-akan sedang menahan air mata. lalu ia bertanya lagi

"kau... mencintai adiku?"
"selalu.. dari lubuh hati yang terdalam."
"kau benar-benar bersedia menjadi sahabat hidupnya, apapun keadaan, apapun yang terjadi kepada adikku?"
"aku selalu begitu. aku mencintainya, apapunya keadaannya"

Eunjung menangis. dan berkata

"ikuti aku"

J mengikuti Eunjung, Oya berjalan di belakang. J benar, gedung tersebut adalah rumah sakit. mereka sedang melewati ruang demi ruang. J merasa ada sesuatu yang tidak benar.

"masuklah ke ruangan ini bersamaku"

J memasuki bersama Eunjung. betapa terkejutnya ia melihat B berada di sebuah tempat tidur, terbaring lemah namun masih punya kekuatan untuk berdiri dan beraktifitas kecil. wajah cantiknya terlihat pucat. tapi ia tersenyum melihat kakaknya, dan kaget melihat keberadaan J.

"kamu.. kenapa kamu.. ada disini?"
"itu tidaklah penting, aku lebih mengkhawatirkan kamu. apa yang terjadi??"
"aku... aku..."
"adikku menderita penyakit yang menggerogoti kehidupannya waktu demi waktu"
"apa??"

J sangatlah kaget.

"B, kenapa kamu tidak pernah cerita?"
"karena aku takut kamu tidak akan mau menerima aku lagi dalam kehidupamu"
"B! aku takkan pernah begitu. aku menyayangimu apapun yang terjadi!"

B menangis..

"dan kenapa kau tiba-tiba menghilan tanpa kabar sama sekali?"
"karena aku... tidak ingin menyakitimu. waktu hidupku tinggal sedikit lagi. paling lama 2 tahun."
"B.. aku telah berjanji dan aku akan menepatinya. aku akan mencintaimu sampai waktu terakhir."
"sungguh?? maafkan aku J karena meninggalkanmu. aku jugalah yang meminta keluarga dan sahabatku untuk menyembunyikan keberadaanku"
"yang penting, kini aku sudah ada disampingmu. aku akan berada disini terus. dan aku sebagai dokter, akan berjuang mencari obat atau apapun yang dapat menyembuhkanmu.. sampai waktu terakhir.."

dengan lemah, B berdiri. ia membentangkan lengannya... J memeluknya...





-----------------------------------------------------------------------------------------------


ENG ING ENG! SEDIH GAK? NANGIS GAK? keren ye. drama abis. ya ini based on my latest dream ditambahi sedikit bumbu-bumbu dialog. tapi garis besarnya gini kok.

gimana? ini pasti klo gw kirim ke produser-produser film, pasti dibeli terus jadi box office.

well, kita akhiri sampai sini saja ya? ya intinya gw cuman mau share salah satu mimpi unik gw. kenapa unik? karena gw masih kebayang itu mimpi sampe sekarang dan gw bangun tidur dengan keadaan yang berbeda dari biasanya.

dan untuk B yang asli... semoga elo gak membaca ini. AHAHAHAHA.

BYE!

i don't want you go, cause.. you're everlasting

"Jalankan fantasi, Mainkan Imajinasi"

This Is Your friend
Jalu
keep it Rawk!

Tidak ada komentar: